Sabtu, 19 Mei 2012

ANAK KOST = ANAK MIE


Apa sich yang ada di otak lo kalo denger kalimat "ANAK KOST"? kalo gue pribadi sich, gue langsung ngebayangin "nich anak pasti wajahnya mirip mie instan, kalo gak, pasti mirip bakwan, hahaha. . " :D

itulah suratan takdir yang harus diterima oleh para kostisme (sebutan untuk anak kost) dimana pun lo berada, yang identik dengan makanan yang bentuknya kriting dan berwarna kuning yang dibandrol sekitar Rp 1500,- sampai Rp 2000,- versi standar, dan Rp 5000,- an yang Full Aplikasi, seperti wireless, kamera 12 MP, pakek TV, dan gratis internetan selama 3 bulan (nich hp atau mie ya? (lo sich bego', mau aja dibuat gak nyambung ma gue, hahahahahaha :D). 
Emmmm. . . Gue sebagai mahasiswa dan sekaligus kostisme yang sangat menjunjung tinggi norma-norma keefisienan juga turut berduka citalah atas pola pikir masyarakat terhadap bangsa kita, yaaa. . . walaupun kenyataannya mereka memang bener-bener memiliki landasan yang kuat dan terbukti secara klinik atas opini tersebut (Kasian banget ya nasib anak kost, hahahahaha :D)

Ngomong-ngomong soal anak kost, disini gue akan menjelaskan secara umum tentang karakteristik anak kost yang ditinjau dari food mix (bauran makanan) yang biasa dikonsumsi setiap harinya oleh para kostisme diseluruh Indonesia Menurut (Robien, 2012) dan studi kasus di Kota Bengkulu (kayak skripsi aja ya, hahaha :D) :

 1. Bangun pagi, gak ada roti, gak ada nasi, dan akhirnya mie menjadi saksi menu di pagi hari.
 2. Siang hari, cari warung nasi yang super murah, paling murah, dan amat sangat muraaaahhhhhhhh, dan jengkel ketika tahu harga nasi bungkus diwarung tersebut ternyata lebih besar dibandingkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) saat ini, lalu mengeluarkan sumpah serapah didepan warung tersebut "Sampai tamat kuliah, gue gak akan makan disini lagi ! !"
 3. Nahhh. . . dipoint terakhir ini adalah point yang paling terseram, lebih seram dari film Warkop DKI (lo kok Warkop DKI seram sich? perasaan gak ada judul di film warkop DKI yang seri "HANTU DONO KESURUPAN KUNTILANAK JULIA PERES" atau "POCONG KASINO NAIK ELANG, Terbaaaaaaaanggggggggg", hahahaha :D walaupun mereka berdua uda meninggal, tapi perasaan gak ada tu film Warkop DKI yang seri gituan, Bego' banget sich gue, hahahahaha :D) 

oke. . . balik lagi dipoint yang terakhir, ternyata berdasarkan hasil pengamatan gue, pada malam hari itu biasanya sebagian besar anak kost umumnya banyak dinner diwarung gorengan dan cuma makan 3 gorengan doank lo :D (kira-kira kalo dinominalin sekitar $ 1/4 atau sekitar Rp 2500,- (Efisien berbasis kere nich anak, hahahaha :D) tapi keraknya dibanyak’in (biar kenyang kali yah :D)

dan disini gue juga akan menampilkan photo-photo korban akibat dari keganasan mie instan yang dikonsumsi secara teratur setiap harinya :


Albani bin Alhabsy "KORBAN"
"Dinyatakan STRESS oleh Dokter, karena OVERDOSIS MIE INSTAN sejak 2 tahun yang lalu, hahahahahahaha"






 
Ibenk "PECANDU MIE INSTAN" 
"Lidah memang gak bisa bohong ya gan, hahahahahaha :D"

Dan akhirnya, gue turut berbela sungkawa atas mereka yang menjadi korban, yang ternyata dapat menambah kadar kejelekan pada wajah saudara-saudara kita diatas :D

Rabu, 09 Mei 2012

My Inspiration from all title The TITANS songs of album dTT III

Ketika RASA CINTA itu menghampiri diriku, ingin kembali rasanya ku coba untuk memiliki orang YANG PERNAH KUCINTAI, satu kali lagi. namun jiwaku berkata CUKUP SUDAH. Karena MENTARIKU yang dulu pernah menyinari kehidupan ini, kini telah dimiliki oleh orang lain. Itulah alasannya, mengapa jiwaku mengatakan untuk tidak melakukan semua ini. . .
“MAAF KU TAK BISA” itulah kata-kata yang keluar dari bibir ini, saat kau tanyakan padaku,” apakah aku mampu untuk menjalani semua perbedaan??” sehingga pada akhirnya membuat diriku masuk kedalam jurang penyesalan. Kini Ku TAK BISA MILIKIMU. Seandainya saja kau tahu, Banyak sekali mimpi-mimpiku yang terhenti setelah dirimu pergi. . .
SEHARUSNYA KAU ADA, itulah khayalan pertamaku ketika aku terbangun dari tidurku. walaupun aku harus menjalani waktu TANPA HATIMU. Namun “I WILL BE HERE” menunggumu, sampai kau tahu isi hatiku yang sebenarnya dan aku akan tetap bernyanyi NANANANA. . . . . . Aku tak akan Hilang, Aku selalu ada. . .

Minggu, 06 Mei 2012

Profil REGIKA


REGIKA
Are

     Ino    : Vocals
    Abenk   : Guitar 1
Derrie : Bass
   Robien   : Guitar 2

 Additional Player 
-         Opiet  : Drums

Jalan Aspol RT 14 RW 04 Gunung Gajah
Lahat  _ SUMSEL
Contact Person : 081977029345
Facebook : reeggiikkaaband@yahoo.co.id




Sejarah Berdirinya REGIKA
B
erdiri pada tanggal 02 Desember 2008. Ino (Vocals), Abenk (Guitars  1), Derrie (Bass), dan Robien (Guitar 2). Memiliki sebuah arti RE-maja G-unung gajah I-ngin ber-KA-rya. Sebelum berdirinya REGIKA, personil REGIKA ini dulu pernah mempunyai grub band sendiri. Seperti Robien yang pernah gabung bersama Microgynon Band dan Etnies Band. Selain Robien, Abenk juga pernah Eksis bersama PC Band. Karena keinginan ngeband Robien dan Abenk masih kuat, dan Band inilah sebagai buktinya.
Setelah itu, Robien dan Abenk pun langsung mencari Vocalis dan Bassis yang pas untuk membawakan lagu ‘SELALU DIHATIKU’ yang diciptakan oleh Guitariez 2 nya tersebut. Dan  akhirnya, Ino (Vocals) dan Derrie (Bass) lah yang dianggap paling ngeblend atau bisa nyambung dengan lagu meskipun pada awalnya Ino sempat kerepotan untuk menjiwai lagu ini.
Setelah materi lagu akan segera direcord tapi sayang, perjalanan tidak semulus seperti yang diperkirakan. Ditengah perjalanan  tiba-tiba Febri (Nama Drums awal) cabut dari REGIKA karena suatu hal dan akhirnya Opiet lah yang menggantikan posisi Drums sebagai Additional Player.



Visi dan Misi REGIKA

Visi
·       Meningkatkan Apresiasi seni musik band indie
·       Memotivasi Band Indie untuk meningkatkan kreativitas seni musik mereka agar diterima oleh masyarakat pencinta musik
·       Memperkenalkan dan membuktikan bahwa lagu-lagu hasil karya musik indie band juga dapat menciptakan karya musik yang tidak kalah dengan Band-Band Papan atas

Misi
·       Meningkatkan kualitas band indie
·       Mengembangkan kualitas musik baik dari segi vocal maupun instrumens
·       Mengajak para band-band indie untuk menciptakan lagu  karya sendiri


Biodata PERSONIL

1 N O

·       Nama         : Ino
·       T.T.L         : Lahat, 09 Desember 1986
·       Posisi          : Vocals


ABENK
·       Nama         : Abenk
·       T.T.L         : Palembang, 18 September 1990
·       Posisi          : Guitar 1



·       Nama         : Derrie
·       T.T.L         : Lahat, 08 Agustus 1993
·       Posisi          : Bass

ROBIEN

·       Nama         : Robien
·       T.T.L         : Lahat, 04 Agustus 1991
·       Posisi          : Guitar 2




 REGIKA Thank’S to :
A
llah SWT, Rasullah SAW, dan para Nabi, keluarga besar REGIKA, Kak Ares (Pak Produser), Andi (Pak Manajer), Bowok (makasih ya, udah nemenin kami merecord lagu), Dhannie ‘BADRUEN’ (thanks atas petunjuknya, walaupun udah korupsi 1 KM, hehehehe), Ricky (Kau adalah REGIUM sejati kami), Kak Bambang (Jangan bosan bantuin kami ya kak), Bang Kay, Riga ‘DOYOK, Bannie, anak-anak        E FOZA Band, terutama Opiet (thanks atas bantuannya), studio rekaman Baliga Palembang, semua anak-anak yang sering nongkrong di Base Camp, Radio Lematang Indah 102 FM Lahat, semua lapisan masyarakat Lahat yang sudah dan akan mendengarkan lagu kami ( jangan bosan ya dan terus request lagu kami setiap malam senin di Radio Lematang Indah jam 20.00 WIB), Para pengamat musik dan semua orang yang sudah men-support dan menyemangati kita dari awal sampai sekarang. Terima kasih Banyak Ya! !






Jumat, 04 Mei 2012

Sendiri (Tanpamu Lagi)


Cipt     : Robien ‘REGIKA’
By        :  REGIKA

Kuingin kau tahu ku merindukanmu
Ku disini masih menunggu hadirmu untukku
Tapi kau tak pernah mengerti apakah mauku
Kau juga tak pernah mengerti apa yang kurasakan

                REFF              : Sesungguhnya ku menyesali namun telah terjadi
                                                Kutinggalkan dirimu sendiri. . .
                                               Jika ini yang terbaik pasti kan kuhadapi
                                               Biarlah ku disini tanpamu lagi. . .

Kumenatapi waktu yang kini telah berlalu
Sirna sudah harapanku untuk bersamamu
Kau tak pernah mengerti apakah mauku
Kau juga tak pernah mengerti apa yang kuinginkan
(Back to REFF. . .)

Kamis, 03 Mei 2012

Ilusi Hati


 Cipt      :  Abenk  ‘REGIKA’
   By        :   REGIKA


Salahkah bila kumencintaimu
Dosakah bila kumerindukanmu
Kutahu kini ku t’lah bersamanya
Namun rasa ini selalu menghampiri

                REFF              : Mungkinkah jiwa ini
                                                Terpenjara cintamu. . .
                                                Haruskah rasa ini
                                                Kupendam selamanya. . .

Sadari semua hanyalah  ilusi
Tapi mengapa kutetap disini
Terdiam menunggu hadirmu
Yang kini dia telah menjadi miliku
(Melodi, Back to REFF. . .)

Selasa, 01 Mei 2012

“Karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. . “


Mimpi yang terlanjur lahir akan membawa alur cerita
kehidupan ke dalam dunia yang semakin keras dan penuh
dengan tantangan sana sini.

Pencapaian tertinggi dalam sebuah imajinasi adalah ketika
engkau bisa membebaskan mimpi dari jeratan nafsu
keburukan yang selalu menguasaimu.

Karena disitulah kehidupan akan menjadi sebuah surga bagi
para pemimpi, dan neraka bagi mereka yang tak berani
bermimpi.

Pelukan dunia yang semakin kuat dan dapat melemahkan
segalanya, tak perlu kau takuti kawan. Teruslah bermimpi,
karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.

By : Robien REGIKA

Bisnis Plan "Studio Musik"


Business PLAN
STUDIO MUSIK”

I. Pendahuluan

I.I Latar Belakang
Musik merupakan sebuah seni yang diminati oleh banyak orang. Dari kecil sampai dewasa memiliki ketertarikan terhadap musik. Kewajiban dari kita, sebagai pencinta musik dan sebagai generasi bangsa adalah memberikan suatu wadah untuk menanamkan jiwa para pemain musik agar mereka selalu terpancing jiwa kreatifitasnya. Maka dari itu, disini kami ingin mencoba untuk membuka bisnis studio musik yang menurut kami memiliki prospek yang sangat baik jika usaha ini dapat direalisasikan. Selain itu juga, jika usaha ini terealisasi maka setiap fakultas didalam ruang lingkup Universitas Bengkulu ini yang ingin menggunakan alat band kami, maka tidak akan kami kenakan biaya, asalkan dengan tujuan yang positif dan memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap alat band tersebut.
     
I.2 Manfaat Dan Keistimewaan
Dalam usaha bisnis ini, kami memberikan beberapa manfaat terhadap konsumen,  diantaranya kami menawarkan fasilitas alat band yang memadai dan layak panggung, dilengkapi dengan fasilitas ruangan yang nyaman bagi pelanggan kami.
Adapun keistimewaan dari bisnis yang akan kami jalankan adalah dari segi ruangan, kami akan membuat tema ruangan seperti studionya para band-band terkenal yang ada di Indonesia maupun luar negeri, dan dari segi alat sendiri kami akan memakai alat-alat band schecter atau replika dari alat-alat band, dari band popular saat ini. Dengan tujuan, selain kami ingin memberi kepuasan yang ekstra, kami juga ingin membuka inspirasi kreatif bagi para pelanggan kami ketika berada diruangan studio band kami karena seakan-akan mereka berada didalam studio band favorite mereka. Menurut kami, strategi ini memiliki tingkat potensi yang tinggi, dan belum ada kompetitor di Bengkulu ini yang mengaplikasikannya di dalam bisnis studio rental mereka. Selain itu juga kami menawarkan satu kali merental gratis bagi pelanggan yang telah menggunakan jasa kami selama 10 kali.

I.3 Pendekatan
Mengingat prospek bisnis ini yang sangat cerah dan menjanjikan, kami memiliki tekad yang kuat untuk membangun bisnis ini. Akan tetapi tetap saja dibutuhkan dana untuk merealisasikannya. Untuk itu kami berharap, dengan adanya program mahasiswa wirausaha ini dapat membantu kami dalam merealisasikannya.

II.      Analisis Potensi Pasar
Seperti yang kita ketahui, Dikota Bengkulu ini banyak sekali anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang seni, terutama dalam hal bermusik. kita lihat saja ketika ada event-event besar atau acara-acara parade dan festival band yang hampir setiap bulannya diadakan oleh pihak-pihak tertentu di Bengkulu ini yang bertujuan baik mempromosikan produk, maupun ajang pencarian bakat dalam hal bermusik serta mendapatkan kesempatan masuk kedalam studio rekaman dan dipublikasikan atas karya-karya mereka. Dan berdasarkan hasil pengamatan, pesertanya bisa sampai puluhan lebih. Ini berarti tingkat antusias para anak-anak muda untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam bermusik sangatlah besar.
Tentunya ini merupakan suatu probabilitas yang sangat potensial, karena menurut kami, tingkat penawaran akan jasa studio musik bisa terbilang masih minim, dan sangat berbanding terbalik atas permintaannya jika ditinjau dari realita yang ada di Bengkulu ini. banyak sekali anak-anak muda yang rela menunggu berjam-jam di satu studio musik saja, atau bahkan jauh sebelum mereka ingin merental studio musik, mereka harus memboking terlebih dahulu demi keinginan untuk melatih dan mengembangkan kreatifitasnya tersebut.

III.   Analisis kompetitor
Di dalam menjalankan suatu bisnis, tidak akan terlepas dari pesaing yang memiliki kesamaan jenis bisnis. Bisnis kami memiliki beberapa pesaing yang lebih dulu terjun ke dalam dunia usaha ini di Bengkulu, sebut saja AP studio, Ferdi Studio, Lister band studio, dan Patra Studio. Ketiganya merupakan studio musik yang cukup digandrungi oleh kalangan remaja pada saat ini. Rata-rata penyewaan jasa rental band seharga Rp30.000/jam. Dan juga para pesaing ini rata-rata memiliki kualitas yang baik dari segi fasilitas alat dan juga ruangannya.

IV.    Analisis STP (Segmentation, Targetting, Positiong)

Ø  Segmentasi Pasar
Sasaran bisnis jasa rental band ini adalah seluruh anak-anak band di Provinsi Bengkulu khususnya yang membutuhkan sarana untuk mereka berlatih band dalam mengembangkan kreatifitas dalam bermusik.

Ø  Target Pasar
Target pasar utama adalah anak-anak band kelas ekonomi menengah kebawah. Dengan harapan kami bisa lebih efektif dalam menggarap pasar yang memiliki porsi paling besar ini.

Ø  Positioning
Studio musik kami ini akan memposisikan diri sebagai studio musik pengembangan yang memiliki tema tersendiri dan berbasis efisien. Yang sampai saat ini belum ada studio-studio musik yang menerapkannya di kota Bengkulu ini

V.      Analisis Marketing Mix atau Bauran Pemasaran

Marketing mix atau bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali, dimana didalamnya terdapat 4P untuk produk dan 7P untuk jasa. Oleh karena bisnis kami ini bergerak dalam bidang jasa, maka didalamnya terdapat 7P yaitu ; product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence.

5.1 Product
Sesuai dengan teori generic Porter, ada 2 fokus utama dalam berbisnis yaitu kepemimpinan harga dan diferensiasi. Mengingat tidak adanya kompetitor yang menerapkan strategi seperti yang kami jelaskan sebelumnya, disini kami akan menjaga kualitas jasa kami, memberikan nilai unggul dari jasa yang kami tawarkan, serta membangun hubungan baik dengan pelangan yang masih sering diabaikan oleh para kompetitor.

5.2 Price
Fokus pada kepemimpinan harga (Generic Porter) merupakan strategi marketing kami. Kami akan berusaha untuk meletakan harga sewa rental studio kami dibawah kompetitor lainnya atau sekitar Rp. 20.000/jam

5.3 Promotion
Promosi mutlak dilakukan ketika kami membutuhkan sarana untuk menyebarkan informasi tentang bagaimana cara menemukan dan menikmati jasa kami. Dalam hal ini kami akan melakukan promosi melalui beberapa media, yaitu :
Ø  WOM (Word of Mouth)
Ø  Brosur
Ø  Spanduk
Ø  Jejaring sosial

                      5.4 Place
Meliputi kegiatan bisnis yang membuat jasa tersedia bagi pelanggan sasaran. Oleh karena itu, tempat yang akan menjadi sasaran utama kami adalah daerah rawa makmur. Karena potensi didaerah rawa makmur sangat tinggi, karena disana tidak ada kompetitor.

5.5 People
Yang dimaksud people disini adalah orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu sendiri, diantaranya adalah tenaga kerja yang menunggu studio, dan para supplier penyedia asosories alat-alat musik.

 5.6 Process
Proses adalah kegiatan yang menunjukan bagaimana pelayanan diberikan kepada pelanggan selama melakukan pembelian jasa. Disini, selama proses berlangsung ketika para pelanggan menggunakan jasa kami, kami akan memberikan pelayanan yang maksimal, menyediakan kotak kritik dan saran atas kekurangan studio kami, dan memberikan kupon ketika pelanggan tersebut telah berpartisipasi dalam penggunaan jasa kami. Tujuan dari pemberian kupon tersebut adalah memberikan satu kali gratis rental band kepada pelanggan ketika kupon tersebut setelah terkumpul sebanyak 10 lembar.

5.7 Physical evidence (Lingkungan fisik)
Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang didalamnya juga termasuk suasana studio yang merupakan tempat beroperasinya jasa layanan rental musik. Studio yang terletak di daerah rawa makmur, dan memiliki tema tersendiri ini, kami berharap dapat menimbulkan nilai diferensisasi atas studio-studio kompetitor.

VI.     Analisis S.W.O.T
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:
6.1 Strengths (kekuatan)
Strengths merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam konsep bisnis yang ada. Kekuatan dari bisnis studio musik kami ini dari segi harga rental yang efisien.

6.2 Weakness (kelemahan)
Weakness merupakan kondisi kelemahan yang terdapat di dalam suatu konsep bisnis yang ada. Kelemahan dari bisnis ini mungkin dalam pengalaman, karena jika bisnis ini terealisasi, maka ini akan menjadi pengalaman perdana kami dalam menjalankan bisnis studio musik. yang menurut kami, kami masih perlu banyak belajar dari bisnis ini

6.3 Opportunities (peluang)
Opportunities merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar bisnis atau konsep bisnis itu sendiri. bentuk studio yang memiliki tema tersendiri dan memiliki alat-alat band schecter yang sampai saat ini belum ada studio yang menerapkan strategi tersebut, ini merupakan suatu peluang yang besar bagi kami untuk menarik perhatian para pelanggan kami.

6.4 Threats (ancaman)
Threats merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu konsep bisnis itu sendiri. Mungkin dalam point yang terakhir ini, jika di pandang dari sudut ancaman adalah seringnya listrik mati diluar ekspektasi dikawasan rawa makmur. Jika ada pelanggan yang ingin menyewa jasa kami, dan kondisi listrik dalam keadaan mati, maka ini akan menjadi pengaruh yang besar dalam hal omzet.


VII.   Analisis Produk dan Biaya

7. 1 Poduk dan Biaya Investasi (*)

Berikut adalah rincian biaya untuk membuat sebuah studio musik :

Sewa Tempat/Tahun…………………………………...Rp. 12.000.000,-
1 Buah AC ……………………………………………Rp. 2.500.000,-
1 Set Drum ……………………………………………Rp.3.500.000,-
1 Gitar Rythm …………………………………………Rp. 1.500.000,-
1 Gitar Melody ………………………………………..Rp. 2.000.000,-
1 Gitar Bass …………………………………………..Rp. 1.700.000,-
2 Amplifier untuk Gitar @ Rp. 2.500.000 ……..………Rp. 5.000.000,-
1 Amplifier untuk Bass ……………………………......Rp. 2.500.000,-
1 Amplifier untuk Vocal ………………………………Rp. 1.000.000,-
1 Mic……………………….………………………...Rp. 100.000,-
2 Efek Distortion untuk Gitar @ Rp 500.000………….Rp. 1.000.000,-
Jack dan Kabel Audio ……………………………….Rp. 200.000,-
peredam …………………………………………......Rp.2.000.000,-
Karpet ………………………………………………Rp. 1.500.000,-
Stand Mic 1 buah @ Rp. 150.000 …………………...Rp. 150.000,-
Stand Gitar 3 Buah @ Rp. 150.000 …………………..Rp. 450.000,- ================================================= +
T O T A L                                                                            Rp. 37.100.000,-



7.2  Biaya Variabel (*)

No
Item
Jumlah
1.
Listrik/Bulan
Rp. 250.000,-
2.
Promosi
Rp. 200.000,-
3.
Biaya tak terduga
Rp. 50.000,-
Total                                                          Rp. 500.000,-


7.3 Ekspektasi omzet minimum (*)


No
Item
Jumlah omzet minimum/hari
Total omzet minimum
1.
Rental Band
Rp.20.000,- x 7 pelanggan = Rp. 140.000,-/Hari
Rp. 140.000,-/hari x 30 hari = Rp. 4.200.000,-/Bulan.
Rp. 4.200.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 50.400.000,-/Tahun.


Keterangan :
(*) Analisis produk dan biaya investasi, biaya variabel, serta ekspektasi omzet minimum berdasarkan survei yang telah kami lakukan di Ferdi studio musik Bengkulu.


VIII. Jadwal dan Implementasi
Untuk menjalankan bisnis ini, jadwal implementasi kami dapat dirincikan sebagai berikut :
Untuk pelaksanaan bisnis ini, kami harapkan dalam 1 bulan, bisnis mulai beroperasi dengan normal :
1.      1 minggu pertama adalah masa pencarian lokasi di daerah rawa makmur dan pembenahan tempat studio.
2.      Minggu kedua dan ketiga adalah pembelian alat-alat band, baik secara online atau secara langsung datang ke tempat toko alat-alat musik.
3.      1 minggu terakhir adalah masa-masa percobaan, diharapkan setelah satu bulan studio musik ini dapat beroperasi dengan normal.

IX.    Kesimpulan
Dari seluruh penjelasan diatas yaitu mulai dari pendahuluan yang menggambarkan bahwa bisnis studio musik ini memang memiliki prospek yang sangat bagus karena banyak sekali anak-anak muda yang memiliki skill atau kemampuan dalam bermusik yang tinggi namun tingkat penawaran akan studio musik dikota bengkulu ini masih terbilang minim.
Ini terbukti bahwa masih banyak para anak muda kota Bengkulu ini yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk mengasah dan mengembangkan kreatifitasnya dalam bermusik di satu studio musik saja. Selain itu,jika dipandang dari sudut lokasi, rawa makmur merupakan daerah yang potensial karena menurut padangan kami disana banyak sekali anak muda yang memiliki hobi bermusik. Dan yang lebih penting lagi di rawa makmur belum ada kompetitor jika bisnis ini bisa terealisasi.